Info Sehat

Info Sehat

Kegiatan mengorek telinga sering sekali dilakukan oleh orang – orang yang berniat membersihkan telinga, maksudnya ingin mengeluarkan kotoran telinga sehingga terasa bersih dan sehat, namun banyak juga masyarakat yang tidak tahu dampak dari mengorek telinga ini yaitu terjadinya radang liang telinga, gejala yang sering ditimbulkan adalah rasa tidak nyaman dan nyeri hebat pada telinga.

Radang liang telinga atau bahasa kedokteran adalah Otitis Eksterna disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur dan virus. Factor yang mempermudah terjadinya radang telinga luar adalah perubahan PH di liang telinga menjadi basa, proteksi menjadi menurun. Hal- hal yang dapat menurunkan proteksi tersebut antara lain keadaan udara hangat dan lembab sehingga memudahkan kuman dan jamur tumbuh.

Pada saat kita mengorek telinga seringkali tanpa disadari terjadi trauma ringan pada permukaan kulit liang telinga, hal ini sangat berpotensi untuk berkembangbiaknya bakteri, jamur dan virus yang akhirnya menjadi radang liang telinga.

Radang liang telinga/ otitis eksterna ada 2 tipe, yaitu otitis eksterna sirkumskripta (bisul liang telinga) gejala yang dirasakan adalah nyeri yang sangat hebat tidak sesuai dengan besar bisulnya, bisa juga disertai dengan penurunan pendengaran akibat bisul yang besar menutup liang telinga. Pengobatannya tergantung keadaan bisul, bila sudah terbentuk nanah dilakukan evakuasi nanah dengan diaspirasi secara steril, kemudain antibiotic local dan pengobatan simtomatik lainnya. Tipe yang lainnya adalah otitis eksterna difusa (radang liang telinga luas) gejala yang dirasakan adalah nyeri tekan pada bagian depan telinga, bisa ditemukan sekret/cairan kental berbau pada liang telinga, bengkak sepanjang liang telinga dan menyebabkan liang telinga menyempit, kadang ditemukan adanya pembesaran kelenjar getah bening regional. Pengobatannya ialah dengan cara pembersihan telinga dan pemasangan tompon antibiotic pada liang telinga, pada kasus ini terapi antibiotic sistemik kadang diperlukan.

Untuk mencegah terjadinya radang liang telinga antara lain:

  1. Tidak mengorek telinga sembarangan
  2. Hindari keadaan liang telinga lembab, antara lain jangan memakai jilbab atau penutup kepala dalam keadaan basah.
  3. Rawatlah telinga anda pada ahlinya, konsulkan penyakit telinga kepada dokter spesialis THT Di RS Pelabuhan Palembang.

Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama (WHO,2000)

Obesitas terjadi ketika kita sering mengonsumsi makanan tinggi kalori dengan tidak diimbangi oleh pergerakan fisik yang sesuai, sehingga banyak energi yang tidak terpakai dan tubuh menyimpannya dalam bentuk lemak.

Obesitas harus segera diatasi karena sangat berbahaya bagi kesehatan diantaranya:

  1. Obesitas berisiko meningkatkan lemak dalam darah dan asam urat
  2. Obesitas dapat mengakibatkan menurunnyatingkat kesuburan reproduksi
  3. Obesitas berisiko tinggi mengakibatkan penyakit kanker seperti kanker usus besar, kanker kelenjar prostast, kanker payudara dan kanker leher Rahim
  4. Obesitas berisiko dua kali lipat terkena serangan jantung coroner, Stroke, Diabetes Melitus dan Hipertensi
  5. Obesitas berisiko mengakibatkan terjadinya sumbatan nafas ketika sedang tidur

Berikut ini beberapa cara mengatasi obesitas:

  1. Meningkatkan aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari
  2. Batasi konsumsi gula, garam dan lemak berlebih
  3. Batasi tidur berlebihan
  4. Perbanyak konsumsi makanan berserat tinggi, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan
  5. Meningkatkan konsumsi cairan minimal sepuluh gelas sehari

Berpuasa adalah sebuah ibadah sekaligus kewajiban bagi umat muslim. Namun bagi beberapa orang, saat berpuasa ini juga berarti saat nafas berbau tak sedap. Hal ini bisa terjadi pada saat sedang berpuasa mulut dan bibir akan menjadi kering seharian. Selain itu,mulut juga kerap mengeluarkan aroma tidak sedap khususnya saat siang hari. Aroma ini kerap muncul meski anda sudah sikat gigi sebelumnya.

Selain bau mulut yang tidak sedap,masalah kesehatan mulut lain seperti sariawan juga sering muncul. Kondisi ini tentu menyusahkan kita semua yang sedang puasa dari pagi hingga sore hari.

Kalau anda tidak ingin mengalami penurunan kesehatan mulut selama puasa karena bisa mengganggu ibadah dan komunikasi, coba lakukan beberapa cara di bawah ini :

1.Membersihkan gigi dengan benar

Saat sedang puasa, mulut akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Bau ini berasal dari pembakaran cadangan lemak di dalam tubuh. Saat lemak dibakar pada saat metabolism, keton akan terbentuk dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Selain karena cadangan lemak yang diubah menjadi energy, bau di dalam mulut bisa terjadi karena air liur yang menurun. Karena tubuh dehidrasi, air liur tidak bisa menetralkan asam di dalam mulut sehingga aroma dari sisa makanan kerap keluar.

Untuk mengatasi bau ini saat siang hari, anda disarankan untuk menggosok gigi 2x sehari minimal 2 menit dalam satu sesi. Selanjutnya jangan lupa membersihkan lidah karena organ ini banyak ditempeli sisa makanan sejak berbuka dan sahur.

Sela-sela gigi juga harus dibersihkan dengan menggunakan dental floss kalau dengan sikat gigi tidak sempurna. Untuk penutup, jangan lupakan menggunakan obat kumur agar sisa kuman yang menempel bisa hilang.

Aroma bau mulut mungkin tetap ada di siang hari pada saat berpuasa karena keton yang dihasilkan. Namun, membersihkan gigi cukup menurunkan bau yang dihasilkan .

 

2.Penuhi Kebutuhan cairan seharian

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, salah satu penyebab bau mulut adalah dehidrasi. Kondisi ini menyebabkan air liur yang menetralkan asam dalam mulut menurun dengan cukup drastis.

Air liur di dalam mulut bisa dikembalikan ke kondisi normal kalau kita tetap memenuhi kebutuhan air. Misal dalam satu hari penuh kita tetap mengkonsumsi 8 gelas air putih atau 2 liter air.

Saat sahur, anda disarankan untuk minum air putih sebanyak 3-4 gelas. Minum saat awal bangun tidur, saat makan,dan dua gelas sebelum imsak. Jangan minum hanya 1-2 gelas saja karena kondisi dehidrasi pasti terjadi.

Selanjutnya sisa air yang sebanyak 4 gelas bisa diminum saat berbuka puasa 2 gelas dan sebelum tidur 2 gelas. Dengan total 8 gelas air per hari, tubuh akan selalu terhidrasi dengan sempurna.

3.Kurangi kebiasaan merokok

Kurangi kebiasaan merokok saat sahur dan berbuka. Kalau misal anda merokok 2 batang sehari, coba kurangi menjadi separuhnya. Kalau anda merasa tidak tahan, coba makan permen mint atau sejenisnya untuk menetralkan hasrat merokok yang besar.

 

4.Hindari makanan yang terlalu menyengat

Hindari makanan-makanan yang terlalu bau seperti durian, pete,jengkol. Makanan ini akan memberikan efek bau yang lama di dalam mulut. Selanjutnya masakan dengan terlalu banyak bawang putih juga bisa mengeluarkan bau tidak sedap saat siang hari.

5.Perbanyak makan sayur dan buah

Menjaga kesehatan mulut tidak hanya dilakukan dengan menjaga kebiasaan saja. Anda juga harus memberikan nutrisi yang baik agar kesehatannya meningkat dengan mengkonsumsi buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin c.

Dengan asupan vitamin yang seimbang, sariawan dan infeksi mulut lain bisa dihindari. Mulut bisa lebih sehat dan puasa berjalan dengan lancar.

Baca Juga