Info Sehat

Info Sehat

Berpuasa adalah sebuah ibadah sekaligus kewajiban bagi umat muslim. Namun bagi beberapa orang, saat berpuasa ini juga berarti saat nafas berbau tak sedap. Hal ini bisa terjadi pada saat sedang berpuasa mulut dan bibir akan menjadi kering seharian. Selain itu,mulut juga kerap mengeluarkan aroma tidak sedap khususnya saat siang hari. Aroma ini kerap muncul meski anda sudah sikat gigi sebelumnya.

Selain bau mulut yang tidak sedap,masalah kesehatan mulut lain seperti sariawan juga sering muncul. Kondisi ini tentu menyusahkan kita semua yang sedang puasa dari pagi hingga sore hari.

Kalau anda tidak ingin mengalami penurunan kesehatan mulut selama puasa karena bisa mengganggu ibadah dan komunikasi, coba lakukan beberapa cara di bawah ini :

1.Membersihkan gigi dengan benar

Saat sedang puasa, mulut akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Bau ini berasal dari pembakaran cadangan lemak di dalam tubuh. Saat lemak dibakar pada saat metabolism, keton akan terbentuk dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Selain karena cadangan lemak yang diubah menjadi energy, bau di dalam mulut bisa terjadi karena air liur yang menurun. Karena tubuh dehidrasi, air liur tidak bisa menetralkan asam di dalam mulut sehingga aroma dari sisa makanan kerap keluar.

Untuk mengatasi bau ini saat siang hari, anda disarankan untuk menggosok gigi 2x sehari minimal 2 menit dalam satu sesi. Selanjutnya jangan lupa membersihkan lidah karena organ ini banyak ditempeli sisa makanan sejak berbuka dan sahur.

Sela-sela gigi juga harus dibersihkan dengan menggunakan dental floss kalau dengan sikat gigi tidak sempurna. Untuk penutup, jangan lupakan menggunakan obat kumur agar sisa kuman yang menempel bisa hilang.

Aroma bau mulut mungkin tetap ada di siang hari pada saat berpuasa karena keton yang dihasilkan. Namun, membersihkan gigi cukup menurunkan bau yang dihasilkan .

 

2.Penuhi Kebutuhan cairan seharian

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, salah satu penyebab bau mulut adalah dehidrasi. Kondisi ini menyebabkan air liur yang menetralkan asam dalam mulut menurun dengan cukup drastis.

Air liur di dalam mulut bisa dikembalikan ke kondisi normal kalau kita tetap memenuhi kebutuhan air. Misal dalam satu hari penuh kita tetap mengkonsumsi 8 gelas air putih atau 2 liter air.

Saat sahur, anda disarankan untuk minum air putih sebanyak 3-4 gelas. Minum saat awal bangun tidur, saat makan,dan dua gelas sebelum imsak. Jangan minum hanya 1-2 gelas saja karena kondisi dehidrasi pasti terjadi.

Selanjutnya sisa air yang sebanyak 4 gelas bisa diminum saat berbuka puasa 2 gelas dan sebelum tidur 2 gelas. Dengan total 8 gelas air per hari, tubuh akan selalu terhidrasi dengan sempurna.

3.Kurangi kebiasaan merokok

Kurangi kebiasaan merokok saat sahur dan berbuka. Kalau misal anda merokok 2 batang sehari, coba kurangi menjadi separuhnya. Kalau anda merasa tidak tahan, coba makan permen mint atau sejenisnya untuk menetralkan hasrat merokok yang besar.

 

4.Hindari makanan yang terlalu menyengat

Hindari makanan-makanan yang terlalu bau seperti durian, pete,jengkol. Makanan ini akan memberikan efek bau yang lama di dalam mulut. Selanjutnya masakan dengan terlalu banyak bawang putih juga bisa mengeluarkan bau tidak sedap saat siang hari.

5.Perbanyak makan sayur dan buah

Menjaga kesehatan mulut tidak hanya dilakukan dengan menjaga kebiasaan saja. Anda juga harus memberikan nutrisi yang baik agar kesehatannya meningkat dengan mengkonsumsi buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin c.

Dengan asupan vitamin yang seimbang, sariawan dan infeksi mulut lain bisa dihindari. Mulut bisa lebih sehat dan puasa berjalan dengan lancar.

Berpuasa merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim, Pola makan yang berubah selama Bulan Puasa harus disiasati dengan benar agar tubuh tetap sehat dan bugar dalam menjalankan aktifitas di siang hari. Berikut ini terdapat beberapa agar kita tetap bugar dalam menjalankan ibadah puasa:

  1. Berbuka puasa dengan air putih dan makanan manis yang berasal dari kurma ataupun buah-buahan
  2. Setiap kali berbuka puasa dan sahur, hidangan minimal harus ada salah satu jenis yang berasal dari 4 kelompok makanan, yaitu:
  • Makanan Pokok (beras,jagung, roti, ubi, dll),
  • Lauk-Pauk (kacang-kacangan, tempe, tahu, ikan, ayam, susu dan hasil olahannya, dll),
  • Sayur (semua jenis sayur-sayuran),
  • Buah (semua jenis buah-buahan). Khusus untuk buah, makan 1 kali (1 porsi) lagi setelah shalat tarawih atau menjelang tidur.
  1. Ketiga, hindari makan makanan terlalu asin setiap hari, baik pada saat berbuka puasa maupun sahur
  2. Hindari makan makanan tinggi lemak setiap hari, baik pada saat berbuka puasa maupun sahur.
  3. Perbanyak minum air putih (8- 10 gelas) mulai buka puasa sampai waktu sahur
  4. Asap rokok membahayakan diri anda dan orang-orang sekitar anda, hentikan merokok sekarang juga. Bulan Puasa merupakan saat yang tepat untuk berhenti merokok, sehingga pada bulan-bulan berikutnya akan lebih mudah meninggalkan perilaku tersebut.
  5. Lakukan aktifitas fisikdan olah raga ringan yang memungkinkan. Waktu terbaik untuk Olahraga : ba’da Tarawih karena sisa energi dan cairan tubuh yang habis dapat langsung dikembalikan dengan makan dan minum.
  6. Sebaiknya tidak minum minuman yang mengandung kafein selama Ramadhan
  7. Atasi stres antara lain dengan memperdalam agama dan memperbanyak ibadah
  8. Kontrol tekanan darah secara rutin bagi penderita hipertensi, kontrol glukosa darah secara teratur bagi penyandang Diabetes, dan kontrol secara rutin untuk penyakit tidak menular lainnya.
  9. Kenali tanda-tanda penyakit, baik hipertensi, hiper-/hipoglikemi dan gejala penyakit tidak menular lainnya. Kenali juga tanda-tanda kegawatdaruratan penyakit tidak menular yang mungkin terjadi.
  10. Bila diperlukan obat-obatan untuk Hipertensi, Diabetes, Asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Jantung, dll sesuaikan jadwal minumnya selama Ramadhan, misalnya saat berbuka puasa, sebelum tidur dan sahur, serta minum secara teratur sesuai anjuran dokter/petugas kesehatan. Diskusikan dengan dokter / petugas kesehatan anda.

Para wanita sering kali mengabaikan kesehatan mereka sehingga masalah kesehatan yang mereka hadapi menjadi semakin serius dari hari ke hari. Tentu masalah kesehatan ini dapat dicegah, jika wanita lebih proaktif dalam mendeteksi awal gejala penyakitnya.

Baca Juga